Kampung Naga (2) – Kondisi Geografis Kampung Naga

Posted: Maret 13, 2011 in Kampung Naga
Tag:

Lokasi Kampung Naga bisa dicapai dengan melewati jalan raya yang menghubungkan Garut dengan Tasikmalaya. Jaraknya kurang lebih 26 km dari Garut, atau kalau dari Tasikmalaya sekitar 30 km. Pada saat sampai di lokasi, pengunjung akan disambut oleh gapura selamat datang dan juga monumen kujang yang didirikan oleh Pemerintah Daerah setempat. Dari sini, untuk menuju ke Kampung Naga-nya masih harus jalan kaki menuruni turunan tangga sepanjang 500 meter dengan kemiringan 45 derajat. Menurut kepercayaan setempat, jumlah anak tangga ini tidak akan pernah sama jumlahnya apabila dihitung. Bahkan konon katanya, apabila ada dua orang yang menghitung jumlah anak tangga tersebut tanpa janjian terlebih dahulu, dan kemudian mendapatkan jumlah yang sama, maka kedua orang beruntung itu niscaya akan terkabul segala permohonannya.

Kampung Naga

Salah satu rumah di tengah sawah sebelum memasuki Kampung Naga

Pada saat menuruni tangga tersebut, pengunjung sudah mulai bisa melihat pemandangan sekitar yang begitu asri dengan hawanya yang sejuk. Mendekati seperempat akhir dari turunan tangga, gambaran Kampung Naga sebagai kampung tradisional nan eksotis semakin terlihat jelas. Deretan rumah panggung berdinding putih dengan atap segitiga berwarna keabu-abuan nampak berjejer rapi memenuhi dasar lembah. Bentuk bangunan di Kampung Naga mempunyai ciri khas arsitektur yang seragam. Atapnya terbuat dari daun rumbia atau ijuk. Rangka dan dinding rumah terbuat dari kayu dan bambu, sedangkan pintu dan jendela biasanya terbuat dari serat rotan walaupun ada beberapa jendela yang sudah menggunakan kaca. Yang uniknya lagi, semua rumah seragam menghadap utara atau selatan dengan bagian segitiga terbukanya menghadap barat/timur. Dengan pengaturan seperti ini, setiap rumah di Kampung Naga selalu mendapatkan sinar matahari baik di pagi maupun sore hari.

Di sebelah barat perkampungan nampak perbukitan terjal yang dipenuhi pepohonan dan semak belukar. Disinlah letak leuweung karamat, yaitu hutan keramat tempat perkuburan masyarakat Kampung Naga, termasuk didalamnya makam para uyut. Di bagian selatan nampak petak sawah yang bertrap-trap menjulang dari tempat pemukiman sampai ke atas bukit, sementara di sisi utara dibatasi oleh aliran Sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut.

Kampung Naga

Pemandangan Kampung Naga dari tangga turunan

Adapun di bagian timur nampak sungai Ciwulan dengan airnya yang kecoklatan membelah dasar lembah tersebut seolah memisahkan perkampungan penduduk dengan “hutan terlarang” yang oleh masyarakat setempat biasa disebut dengan leuweung larangan. Konon katanya hutan terlarang ini merupakan tempat para roh halus (dedemit) yang dipindahkan oleh Sembah Dalem Singaparna dari wilayah yang akan ditempatinya, yang kini menjadi lahan pemukiman masyarakat Kampung Naga. Siapapun, khususnya penduduk Kampung Naga, dilarang keras menginjakkan kakinya di hutan terlarang ini.

Intermezzo
Kampung Naga

Bukan Kucing Biasa???

Selama berada di pinggir sungai Ciwulan, aku terus memperhatikan ke arah hutan terlarang kalau-kalau menemukan sesuatu-yang-istimewa untuk dipotret. Sempat terlintas dibenakku untuk coba-coba nakal masuk ke hutan tersebut. “Toh kalau cuma sebentar dan dipinggir-pinggirnya saja (tidak sampai masuk jauh ke dalam), tentu tidak apa-apa”, begitu pikirku. Tiba-tiba muncul seekor kucing putih. Iseng-iseng, kupotret kucing ini dengan hutan larangan sebagai background. Entah kenapa selama memotret si kucing, perasaan jadi tidak enak. Belum lagi pose si kucing yang nampak kurang bersahabat. Mungkinkah kucing ini bukan kucing-biasa? Entahlah… Yang jelas niat untuk coba-coba masuk hutan terlarang jadi batal gara-gara foto ini… Hiiiii…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s